Kiai Zuhri : Belajarlah Miskin Sebelum Kemiskinan Menimpa

PROBOLINGGO, ALFIKR.CO - Seiring perkembangan zaman, banyak orang melakukan inovasi di dalam segala aspek kehidupan demi memenuhi   kebutuhannya. Kebutuhan itu meliputi sandang, pangan dan papan. Bahkan tidak jarang lahir produk yang hanya sekedar untuk menyenangkan manusia, tanpa melihat substansinya.  

Di tengah kondisi demikian, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, KH Moh Zuhri Zaini, mengingatkan agar manusia tidak terjebak pada gemerlapnya pakaian lahiriah yang menuruti hawa nafsu.

"Jangan terjebak pada apa yang kita pakai, seorang penguasa misalnya mengenakan pakaian mewah hanya karena ingin dipuji dan dihormati. Sehingga lupa bahwa ketika menghadap Allah kita berada dalam keadaan telanjang,” kata Kiai Zuhri dalam pengajian rutin kitab Al Hikam Ibnu Athoillah Al Sakandari, Kamis (12/01/2017)

Kyai Zuhri melanjutkan, jangan sekali-kali memanjakan dan membiarkan hawa nafsu bergejolak. Melainkan harus mengendalikannya dengan cara menghadirkan kesusahan dalam diri kita.   

"Kita harus belajar miskin, sebelum terjatuh dalam kemiskinan yang sebenarnya. Nafsu kita jangan sampai terlalu kuat. Kalau terlalu kuat perlu kiranya ditekan dengan belajar susah, sehingga gejolak nafsu akan lemah," tutur Kiai Zuhri.

Sementara ini, banyak orang yang menganggap bahwa hikmah hanya ada dalam kesenangan. Tetapi tidak menyadari, dalam keadaan susahpun tersimpan hikmah yang sesungguhnya.

“Karena di saat orang mengalami kesusahan, maka orang dengan mudah mengingat Allah,” ujarnya.   

"Dalam sakit misalnya, kita harus bisa mengambil hikmahnya. Karena dalam kondisi susah nafsu akan melemah sampai ke titik nol. Jika nafsu sudah berada dalam titik nol, maka  akan mudah mengingat Allah," pungkas Syuriah PWNU Jawa Timur ini.

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post