Benarkah Kucing Benda Cair?

PROBOLINGGO, ALFIKR.CO – Sepertinya konyol kalau kita mengatakan kucing bisa berubah menjadi benda cair. Tetapi studi tentang reologi (kajian tentang berubahnya bentuk) kucing  memenangkan Hadiah Ig Nobel 2017 untuk bidang Fisika.

Hadiah itu diberikan setiap tahun oleh Improbable Research, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk sains dan humor. Tujuannya adalah menyoroti kajian-kajian ilmiah yang membuat orang tertawa, lalu berpikir.

Dalam penelitian itu disebutkan, tubuh kucing bisa menyesuaikan dengan wadah tertentu kalau kita memberikan waktu yang cukup. Sedangkan secara sederhana, cairan dapat didefinisikan sebagai benda yang selalu menyesuaikan bentuknya dengan wadah.     

Dengan demikian kucing adalah cair jika kita memberinya waktu untuk menjadi cairan. Dalam reologi, keadaan sebuah benda, bukan merupakan suatu sifat yang benar-benar tetap. Justru apa yang harus diukur adalah waktu relaksasi.

Bagaimana nilainya dan tergantung pada apa? Misalnya, apakah waktu relaksasi seekor kucing bervariasi tergantung umurnya? (Dalam reologi kita berbicara tentang tiksotropi.) Dapatkah jenis wadah mempengaruhi? (Dalam reologi ini dipelajari menyangkut permasalahan “pembasahan”.)

Ataukah ia bervariasi menurut tingkat tekanan kucing? (Orang menyebut “gesek kental” (shear thickening) jika waktu relaksasi bertambah dengan tekanan, atau “gesek encer” (shear thinning) jika sebaliknya yang terjadi.) Tentu saja, tekanan yang kita maksud di sini adalah tekanan dalam pengertian mekanis, bukan emosional, tetapi kedua makna ini bisa bertumpang tindih dalam beberapa kasus.

The Conversation

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post