KH Zawawi Imron; Sastra Hakikatnya Berpihak Pada Kemanusiaan

PROBOLINGGO, ALFIKR.CO – Sastrawan asal Pulau Madura, KH Zawawi Imron mengatakan sastra yang hakiki berpihak kepada nurani kemanusiaan, sebagaimana arti kata sastra yakni suci dan indah. Sebaliknya kalau kita mengeluarkan kata-kata yang menyakiti dan memfitnah orang lain berarti tidak menghargai kemanusiaan.

Sementara keberadaan sastra saat ini masih diangap tidak penting dan terasing dari masyarakat. “Bisa dilihat misalkan dari buku-buku sastra yang dijual, tidak ada yang beli, bagaimana akan bisa mendapatkan pikiran yang jernih,” kata sastrawan yang akrab disebut Si Celurit Emas ini.

Oleh karenanya, budaya menghormati manusia itu harus dimulai dari hati masing-masing. Tentang perlunya hati yang bersih, damai dan indah ini akan menghilangkan waktu untuk menjelek-jelekkan orang lain.

Hal seperti itu, kata Kiai Zawawi harus diperjuangkan supaya manusia tidak saling bertengkar, mendengki dan menfitnah. Melainkan manusia harus selalu siap untuk rukun, karena kata-kata yang indah akan melahirkan kedamaian.

“Kalau kita membiarkan kata-kata kasar, kebencian dicanangkan, akan terjadi chaos, saling membenci antara satu dan lainnya,” terang beliau pada ALFIKR, Minggu (31/12/2017) saat menghadiri malam refleksi santri Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Paiton, Probolinggo.

Padahal menurut beliau, sastra itu bisa bergandengan dengan ajaran Rasulullah yang diutus untuk menyebarkan rahmat pada alam semesta, kesenangan dan kedamaian bagi orang yang ada di dunia ini.

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post