Calok Kodhi, Pusaka Pembabat Pulau Sapudi

SUMENEP, ALFIKR.CO - Pusaka sakti mandra guna, Calok Kodhi, merupakan pusaka peninggalan Raden Aryo Pulang Jiwo atau Panembahan Sunan Wirokromo yang sampai saat ini masih disimpan di Pasarean (tempat peristirahatan) Adi Podey, Pulau Sapudi. Pusakan ini diyakini memiliki manfaat besar bagi masyarakat setempat.

Menurut Massuryo, Juru kunci Pasarean, bahwa pusaka Calok Kodhi itu di peroleh Adi Rasa ketika ia menyepi (bertapa) di gunung arjuna bersama Adi Podey. Berbekal pusaka (Calok Kodhi, Red) tersebut, Adi Podey dan Adi Rasa membabat Pulau Sapudi dan Pulau Raas yang pada saat itu masih berupa hutan belukar.

Dikisahkan bahwa ketika Raden Aryo Pulang Jiwo pertama kali membabat Tanah Sapudi dan Raas, pusaka tersebut digunakan untuk menjaga dirinya dari bahaya, sebab dahulu kala seorang pembabat tanah mesti banyak halangan dan rintangan baik mahluk halus maupun binatang buas.

Setelah Adi Rasa dan Adi podey wafat, pusaka tersebut tidak serta hilang ditelan Bumi, tapi di abadikan oleh masyarakat setempat sebagai benda pusaka sakti. Bahkan sampai saat ini pusaka tersebut di yakini bisa menyembuhkan penyakit baik yang menimpa manusia, hewan maupun tanaman, lewat air keris yang dimandikan.

Menurut Abdurrahman penjaga Pusaka Calok Kodhi, bahwa sebelum memandikan ada ritual khusus yang harus dilaksanakan, yakni membaca Sholawat Nariyah, Surat Al-Ikhlas, Tahlil bersama dan di awali dengan kisah-kisah tentang perjalanan Adi Podey dan Adi Rasa selama membabat Pulau Sapudi dan Raas.

Proses pemandian Calok Kodhi tersebut menggunakan bunga Mawar, daun Pandan, dan air hangat agar airnya awet tidak bau, karena air tersebut di butuhkan banyak masyarakat sebagai obat, baik  bagi manusia, hewan dan tanaman. “Berawal dari itulah, setiap 10 Asyuro (10 Muharram) banyak orang berdatangan mengambil airnya (Calok Kodhi),” terang Abdurrahman kepada ALFIKR.Co.

Selain itu, pemandian keris pusaka Calok Kodhi’ terkadang juga ada permintaan dari masyarakat untuk membawa keliling pusaka tersebut ketika desanya terkena bencana penyakit, karena keyakinan masyarakat dengan membawa keliling pusaka di desa yang terkena penyakit perlahan akan hilang, “tentunya atas izin Allah Swt,” pungkas Abdurrahman.

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post