Menjelang Haul dan Harlah PP Nurul Jadid ke 69, Ini Pesan Kiai Zuhri Zaini

PROBOLINGGO, ALFIKR.CO- Menjelang Haul dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke 69, Paiton, Probolinggo, Minggu (15/04/18), KH. Moh Zuhri Zaini menjelaskan itu sebagai upaya mensyukuri dan meneladani jasa-jasa para pendiri.

“Karena beliau-beliau (KH. Zaini Abdul Munim, KH Moh Hasyim Zaini, KH Abdul Wahid Zaini, KH Hasan Abdul Wafi, KH Abdul Haq Zaini, KH Nur Chotim Zaini) telah berjasa kepada kita. Khususnya pengabdian kepada pesantren dan masyarakat,” jelas beliau ketika diwawancarai ALFIKR, Senin (09/04/18).

Menurut Kiai Zuhri, sangat perlu meneladani tingkah laku para almarhum dalam menjalankan ajaran Agama Islam. “Kadang-kadang kalau hanya menggunakan pikiran kita sendiri, mungkin bisa keliru cara menerapkan (ajaran Islam) atau menjabarkannya,” tambah beliau.

Maka momentum peringatan Haul dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid bisa menjadi motivasi para alumni, simpatisan dan santri agar memiliki rasa tanggungjawab dan semangat juang.

“Sekalipun tidak sama dengan beliau-beliau, minimal kita punya semangat juang,” lanjut Kiai Zuhri. Beliau juga berpesan supaya bisa mengambil hikmah dan makna dari peringatan Haul dan Harlah melalui perenungan, kajian atau seminar tentang perjuangan hidup para almarhum.

Disamping itu beliau mengingatkan agar tidak terjebak dengan keramaian bazar dan lainnya. “Hati-hati jangan sampai tugas-tugas kewajiban rutin seperti sholat, amalan-amalan ubudiyah terabaikan,” pesan kiai Zuhri.

Kepada semua santri, beliau berpesan supaya menjadi tuan rumah yang baik, sopan dan menjaga tata tertib pesantren serta menjaga keamanan sehingga para tamu merasa aman. “Keluar masuk pesantren jangan seenaknya juga, nanti momentum Harlah lalu seenaknya pergi kemana-mana,” harap kiai Zuhri.

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post