Gus Fayyadl Bersama Mahasiswa Nurul Jadid Kaji Kitab Ibn Khaldun

PAITON, ALFIKR.CO -  Gus Muhammad Al Fayyadl membuka pengajian kitab Muqaddimah Ibn Khaldun sebagai kajian rutinitas santri yang berstatus mahasiswa di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo pada Senin (06/05/19).

Saat pembukaan pengajian, Gus Fayyadl menuturkan bahwa Kitab Muqaddimah Ibn Khaldun, yang memiliki cakupan luas cocok dengan cara berpikir mahasiswa.

Beliau juga menambahkan bahwa jauh sebelum ilmu sosiologi ditemukan dan disahkan sebagai cabang ilmu pengetahuan baru di dunia barat, Ibn Khaldun pada abad 14 sudah membahas tentang ilmu yang serupa dengan pembahasan ilmu sosiologi yang cakupannya lebih luas dari pada ilmu sosiologi menurut Agust Comte.

“Jauh sebelum ilmu sosiologi itu ada, dalam peradaban pemikiran Islam, sudah ada pemikir yang lebih daripada Agust Comte,” jelas beliau saat mengisi pengajian.

Gus Fayyadl yang juga aktif dalam Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) itu juga memberikan penjelasan tentang pembagian manusia menurut Ibn Khaldun.

“Manusia dalam bahasa arab itu terbagi menjadi tiga bagian, pertama Al-Insan berarti manusia sebagai fitrah, yang belum ada embel embel di dalamnya. Kedua, Annas artinya manusia sebagai kumpulan yang sudah ada embel-mbelnya (berhubungan dengan lingkungan sosial). Terakhir ialah Al-Basyar, manusia sebagai makhluk biologis yang butuh makan, dan lainnya. Dasar inilah yang diteliti Ibn Khaldun dalam kitabnya Muqaddimah,” tambahnya.

Pengajian kitab Muqaddimah Ibn Khaldun ini akan menjadi agenda rutin setiap malam mahasiswa selama bulan Ramadhan hingga hari libur santri pada hari Rabu (22/05/19). 

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post