Penutupan Kemah Santri, MINM Siap Hadapi Perkembangan Zaman

PAITON, ALFIKR.CO - Kegiatan Pramuka Santri Madrasah Ibtidaiyah Nurul Mun'im (MINM) Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) Paiton Probolinggo resmi ditutup dengan semarak api unggun, Kamis (09/05/19). Penutupan tersebut dimulai pada pukul 21:00 WIB dan berakhir pukul 22:00 WIB di halaman Sekolah.

Peserta Pramuka Santri terdiri dari kelas I-III, yang dikhususkan mengikuti kegiatan pagi-siang hari. Sementara kelas IV-VI wajib inap untuk mengikuti kegiatan di malam harinya.

Kemah Santri ini dikemas dengan Pondok Ramadhan, berlangsung sejak tanggal 8 Mei 2019 kemarin. Untuk kegiatan pembelajaran menggunakan halaman sekolah dan kelas, ruang inap peserta merupakan kelas yang telah disediakan oleh Pembina Pramuka, Umar Falas.

“Kemah Santri MI Nurul Mun'im adalah perkemahan yang unik menarik yang dimunculkan oleh keluarga besar MI Nurul Mun'im. Hal yang baik ini sangat sakral sekali mengingat usia mereka masih dini namun mereka kuat untuk menimpa ilmu kepramukaan, kepesantrenan, kedisiplinan dan keagamaan,” jelas Umar Falas, kepada Alfikr.co.

Menanggapi acara penutupan dengan api unggun, Pembina Senior Pramuka MI Nurul Mun'im menjelaskan, bahwa menikmati hangatnya kobaran api melambangkan semangat akan nilai-nilai kedisiplinan dalam berprestasi.

“Tersinari oleh kobaran api juga melambangkan Pramuka MI Nurul Mun'im terus memberikan sinar kejayaan, terhindar dari binatang buas merupakan arti dari kobaran api, dengan harapan Pramuka MI Nurul Mun'im siap akan daya saing perkembangan zaman dengan nilai-nilai keagamaan,” sambungnya.

Menurutnya, dengan slogan “Semangat, Berani, dan Sopan”, Kemah Santri dapat mendidik para siswa-siswi sesuai harapan orang tua, sekolah, agama, bangsa, dan Negara. “Madrasah mengharapkan Pramuka MI Nurul Mun'im lebih semangat, berani dan sopan serta siap seketika sudah keluar dari MI Nurul Mun'im,” tambahnya dengan penuh harap.

(Sumber Foto: Zainul Hasan Rizqiyansyah)

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post