Tuai Berkah Ramadhan dengan Pelatihan Metode Cepat Baca Kitab Kuning

PROBOLINGGO, ALFIKR.CO - Wilayah Jalaluddin Ar-Rumi Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar metode cepat baca kitab kuning Al-Miftah karangan Kiai Ahmad Sarqoni Blitar. Kitab ini di diterbitkan oleh lembaga pendidikan dan pengembangan ilmu nahwu Jawa Timur.

Kegiatan yang di resmikan langsung oleh KH. Ahmad Malthuf Siroj, sebagai Pemangku Wilayah Jalaluddin Ar-Rumi tersebut diselengarakan oleh Komunitas Kajian Kitab Kuning Wilayah Jalaluddin Ar-Rumi yang bekerja sama dengan pengurus Wilyah Putri Al-Mawaddah.

"Hal ini adalah ikhtiar kita dalam mempersiapkan generasi bangsa dan agama, yang tujuannya nanti bisa memahami dan mengamalkan ajaran pokok dalam agama Islam yaitu Alquran dan Hadis,” dawuh matan Rektor Universitas Nurul Jadid ini saat sambutan di Musala Jalaluddin Ar-Rumi.

Nabil Al-Falah, Ketua Komunitas Kajian dimaksud juga menuturkan kegiatan ini dilaksanakan satu tahun sekali ketika bulan Ramadhan yang diikuti oleh seluruh santri di Wilayah Jalaluddin Ar-Rumi dan Al-Mawaddah . Adapun  proses pembelajaran kitabnya di khususkan bagi santri yang belum memiliki kecakapan dalam ilmu alat (baca: nahwu dan sharraf).

"Metode baca cepat kitab kuning tersebut dilaksanakan dalam waktu empat hari dalam satu minggu selama bulan ramadhan berlangsung. Yaitu dari hari kamis sampai hari minggu, dengan pembagian waktu pagi, siang, sore dan malam, " ungkap pria asal Jember saat ditemui wartawan Alfikr.co.

Sebenarnya kegiatan serupa sudah pernah diselenggarakan pada bulan Ramadhan sebelumnya. Akan tetapi, kata santri yang akrab disapa Nabil ini mengakatan,  penyelenggraan tahun lalu belum maksimal. “ Makanya sekarang dengan adanya intruksi  langsung dari Pemangku Wilayah agar kegiatan ini harus dilaksanakan dengan baik dan diwajibkan kepada seluruh santri Wilayah Jalaluddin Ar-Rumi untuk mengikuti,” katanya.

Nabil Al-Falah juga menambahkan penyelenggaraan metode cepat baca kitab kuning Al-Miftah tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun lalu pelaksanaannya hanya dikemas dengan sistem kegiatan belajar mengajar, kali ini diadakan pelatiham khusus kaderisasi mu’allim. “Setelah pelatihan selesai, muallim  yang sudah melakukan pelatihan akan diterjunkan langsung untuk dilatih mengajar di wilayah,” pungkasnya.

(Sumber Foto: Nabil)

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post