Bila Tak Cukup, Masjid Pun Jadi Ruang Kelas

KOTAANYAR, ALFIKR.CO - Pendidikan merupakan jalan terbaik guna meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Namun, penguatan kualitas pendidikan dalam hal Fasilitas, kurikulum, dan tenaga pendidik sampai saat ini juga menjadi persoalan klasik sebuah lembaga.

Lembaga Pendidikan di Dusun Alas Kembang, Tambak Ukir, Kotaanyar, Probolinggo, salah satunya. Lembaga cabang dari salah satu yayasan di desa Sambirampak Lor, Kotaanyar, Probolinggo ini bernama Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurur Rahmah II.

Alih-alih berkecukupan, madrasah yang didirikan atas inisiatif Warga Desa Tambak Ukir, Jumari, jauh dari kata layak untuk sebuah lembaga pendidikan, terutama dalam hal sarana prasarana. Sampai saat ini MI Nurur Rahmah II belum juga mendapat perhatian khusus.

Awalnya, menurut pengakuan Jumari, sebelum didirikannya MI Nurur Rahmah, anak-anak di desa sangat kesulitan saat hendak berangkat sekolah, “Mereka itu sekolahnya ke SDN Bilimbing, yang ketika sekolah melintasi alas dan hutan, kalau sudah hujan, jalannya becek, ketika disekolah, biasanya diolok-olok karena sepatunya berlumpur," Cerita Pak Jumari

Kondisi demikian juga mengetuk hati Alwi, seorang Guru dari desa Blimbing, untuk turut menemani anak-anak belajar, "Panggilan hati mas, karena melihat anak-anak yang sudah cukup umur tapi belum masuk sekolah lantaran aksesnya yang jauh. Ya tapi beginilah kondisinya mas, seadanya," Ungkap pria lulusan Institut Agama Islam Nurul Jadid.

Dengan merombak ruang tamu dan mendirikan ruang kelas berdinding anyaman, Pak Jumari dibantu 3 orang guru lainnya menemani 24 siswa-siswi belajar. "Kalau ingat dulu mas, saya relakan ruang tamu ini buat kelasnya anak-anak. Saya juga bikin kelas disebelah dengan dinding tabhing (anyaman bambu) asal mereka semangat belajar,” Kenang pria yang kerap disapa Pak Ul.

Saat ini kondisi sekolah sedikit membaik, dengan 2 ruang kelas permanen, dan satu semi permanen. Sekali pun Tempat Ibadah, Masjid menjadi ruang kelas belajar anak-anak Alas Kembang, "Yang di masjid itu kelas 1 dan 2 mas, karena ruang kelasnya memang tidak cukup," Ujar alwi

"Kalau ujian ya kebawah mas, kesekolah pusat, kadang siswa-siswi nginep seminggu buat ujian," Ungkap Pak Ul ketika ditanya terkait ujian. "Selagi mereka semangat, tak apa mas," Imbuhnya.

Kini, dengan siswa-siswi berjumlah 38 ditemani 7 orang guru, MI Nurur Rahmah II berdiri tegak, "Semoga kedapannya bisa lebih baik lagi, untuk keberlangsungan siswa-siswi dan guru, apalagi disini gak ada ruang gurunya. Tempat guru kumpul, ya dirumah Pak Ul ini Harap alwi,” Selorohnya.

Dengan latar belakang pendidikan tamatan Sekolah Dasar (SD), Pak Ul selalu berharap anak-anak di desanya dapat mengukir masa depan yang lebih baik dengan pendidikan. “Ya semoga anak-anak bisa memperoleh pendidikan yang lebih baik kedepannya," Harap pak Ul.

(Sumber Foto: Alfik.co/Abdul. Haq)

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post