Direktur DINUN: Pancasila Produk Moderasi Orang Indonesia.

PAITON, ALFIKR.CO - Dalam rangka Halal Bi Halal, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur menyelenggarakan seminar nasional dengan tema "Islam Wasathiyah, Pancasila dan Ekonomi Islam" di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jum'at (05/07/19).

Selain itu, pada acara yang bertempat di Auditorium MA Nurul Jadid tersebut juga digelar "Launching Dai Intelektual NU Network (DINUN)".

Achmad Toha, MA., PhD, selaku pemateri dalam seminar menjelaskan bahwa kata moderat samasekali tak gampang untuk didefinisakan. Menurutnya banyak terjadi pemahaman yang keliru dikalangan masyarakat terkait mengambil sikap moderat.

"Selama ini jika kita berbicara tentang moderat, asumsinya selalu tentang sikap netral. Seolah-olah sebagai posisi yang tidak perlu diupayakan, tetapi merupakan akibat adanya posisi ekstrim kanan dan kiri. Maka yang tidak berada di posisi tersebut dianggap moderat, ini salah besar," kata Direktur DINUN itu.

Maka dari itu, menurutnya moderat merupakan sebuah ideologi yang musti diteguhi bersama. Dalam konteks ini, ia melanjutkan, Pancasila adalah produk dari sikap moderasi umat Islam Indonesia, dengan tidak memilih agama Islam sebagai bentuk formal sistem politik. Disitulah peranan Pancasila menjadi landasan final refleksi keberagaman.

"Pancasila wajib dijaga, karena ia memberikan kesempatan bagi kita untuk berbuat banyak hal," tuturnya.

Pendiri PCINU Amerika Serikat ini juga menambahi bahwa Indonesia menjadi contoh terbaik bagi negara-negera di dunia, bahwa persatuan tidak harus didasari keseragaman. Sebab menurutnya kesatuan menjadi sangat penting, ditengah keberagaman. "Tantangannya, bagaimana masyarakat Indonesia mampu mengelolanya saja," pungkas pri asal Malang tersebut.

(Sumber Foto: Alfikr.co/Mohammad Syauqi)

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post