Istikbar dan Maulid Nabi Bersama PWNU & Nurul Jadid

PAITON-ALFIKR.CO- Bakda Magrib, pada hari sedianya, bagi santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, adalah waktu untuk berdzikir di masjid Jami' Nurul Jadid. Selain juga belajar membaca Alquran, santri sembari dibiasakan mengamalkan amalan sehari-hari, salah satunya dengan membaca Hizb Nashar.

Tapi bumi Nurul Jadid malam ini tampak berbeda. Kali ini santri diarahkan menuju lapangan dekat Universitas Nurul Jadid. Derap kaki mereka berdesakan, sebelum duduk rapi sesuai shaf yang sudah disiapkan panitia. 


Selapas adzan Isya dikumandangkan, Istigasah Akbar (Istikbar) pun dimulai. Para santri, alumni, dan simpatisan khusuk mengikuti lafal-lafal doa dipimpin oleh imam istigasah. 

Seyogianya Istikbar dilaksanakan setiap malam Sabtu Wage, namun karena berbarengan dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) ke-I Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim), maka jadwalnya dimajukan, Jum'at, (28/11). 

Syahdan, acara dilanjutkan dengan penampilan Firqoh Hadrah Azzainiyah berkalaborasi bersama Majelis Al-Wali. Lantunan sholawat menggema memenuhi sudut-sudut Nurul Jadid. Seluruh yang hadir bergelora mengikuti acara "PWNU & Nurul Jadid Bersholawat" ini. Sebab secara dasariah, memeperingati lahirnya manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW, merupakan syukur yang paling sederhana menjadi bagian dari umatnya. 

Menurut Ketua Panitia, Nur Mahmudi, kegiatan ini merupakan salah satu rentetan acara Musykerwil. "Beda dengan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) sebelumnya, tahun sekarang PHBI bagian dari perhelatan Musykerwil," katanya saat ditemui Kru Alfikr.co.

Nur menambahkan, meskipun desain acara berubah dari tahun sebelumnya, yang terpenting menurutnya adalah jangan sampai lupa terhadap esensi dari memperingati Maulid Nabi. "Esensinya adalah kita bersyukur atas diutusnya Nabi Muhammad seraya berharap syafaat beliau," pungkasnya.

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post