KH. Abdurahman Wafi: Sosok Gus Dur Merupakan Karakter Pesantren

PAITON, ALFIKR. CO-Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdurahman Wafi mengatakan, sosok Gus Dur bentuk dari karakter pesantren. jika inggin mengenal sosok Gus Dur pelajarilah tradisi kepesantrenan yang penuh dengan kesederhanaan, dan keterbukaan.

“Sosok Gus Dur tertuang dalam tradisi kepesantrenan. Karena berbicara sosok Gus Dur adalah bentuk dari karakter pesantren,” kenangnya.

Padangan itu, beliau ungkapkan dalam orasi kebudayaan haul Gus Dur yang diselengarakan komunitas Gus Durian Chapter Nurul Jadid. Dengan mengusung tema, “Kebudayaan Melestarikan Kemanusiakan”. Bertempat di Auditorium Sekolah Menegah Atas (SMA) Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, pada Jumat 10 Januari 2020.

KH. Abdurahman Wafi mengajak juga orang-orang nasrani yang hadir dalam haul Gus Dur itu untuk mengenal sosok Gus Dur dari dunia pesantren. Khususnya, sering berjalan-jalan ke Pondok Pesantren Nurul Jadid. Karena kami terbuka, bahkan kita punya tiga mahasiswa dari agama Kristen Katolik yang masuk ke pondok pesantren Nurul Jadid.

“Kami terbuka, tiga mahasiswa yang masuk ke pondok pesantren Nurul Jadid, kita tidak memaksa mereka untuk masuk agama Islam” imbuhnya.

“Karena kita sama-sama punya tuhan satu, dan yang mempersatukan kita juga adalah kemanusiaan. Sebuah warisan pemikiran besar dari almarhum Gus Dur kepada kita, tentang kemanusiaan itu lebih penting dari apa pun,” pungkas sala satu anak dari KH. Hasan Abdul Wafi, penggubah syair Shalawat Nahdliyin Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post