Gusdurian Probolinggo, Gelar Refleksi Kebangsaan Satu Dekade Kepulangan Gus Dur

PROBOLINGGO, ALFIKR.CO-Gudurian Probolinggo mengadakan refleksi kebangsaan dalam rangka memperingati satu dekade kepulangan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dengan mengusung tema "Kebudayaan Melestarikan Kemanusian".

Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Gereja Katolik Maria Bunda Karmel Kota Probolinggo, pada sekitar pukul 18.30 WIB, Sabtu, 18 Januari 2020. Turut dihadiri para narasumber; Anita Wahid (putri ke-3 Gus Dur), Gus Muhammad Al Fayyadl, Romo Hugo, Kristanto Budi, Pendeta Patria Yushak, dan Erfan Sutjanto.

Sementara, jumlah peserta yang turut hadir dalam kegiatan itu mencapai 300 orang dari pelbagai kalangan.

Menurut Lukman Efendi, selaku ketua panitia, kegiatan tersebut bertujuan untuk merefleksikan pelajaran-pelajaran yang telah diberikan Gus Dur terutama tentang memanusiakan hubungan antara agama, dan kita harus meneruskannya.

"Tujuan diadakan kegiatan ini, untuk duduk bareng tanpa harus ada sekat seperti apa yang diajarkan oleh Gus Dur, dan kita harus meneruskannya," ujarnya.

Hal itu, dapat dilihat, kata dia, dari pemilihan tempat kegiatan di halaman Gerja Katolik Maria Bunda Karmel Kota Probolinggo. Sebagai bentuk pelajaran yang telah diberikan Gus Dur kepada kita untuk tetap diteruskan, yakni hubungan antara agama satu dan lainya harus baik.

Apa lagi, "Gusdurian probolinggo bukan hanya dari kalangan orang Islam saja. Melainakan dari seluruh pemuda lintas iman," katanya pada alfikr.co.

Ia berharap dengan diadakannya kegiatan itu, masyarakat bisa meniru apa yang diajarkan Gus Dur, tentang menanusiakan hubungan antara agama satu dan lainnya.

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post