Indonesia Siaga Wabah Virus Corona

PROBOLINGGO, ALFIKR. CO-Mewabahnya virus corona atau Novel Coronavirus (nCoV) sedang menjadi buah bibir masyarakat internasional. Karena virus corona yang bisa menyebar dari manusia lewat batuk, bersin, dan kontak dekat. Dimana masih belum ada obat vaksin yang bisa mencegah mewabahnya virus corona itu.

Dilansir dari Associated Press (AP), pada Desember 2019 sampai 26 Januari 2020, wabah virus corona di negara Cina yang telah memakan korban jiwa sebanyak 56 orang meninggal, dan total 1.975 terinfeksi.

Virus corona diduga kuat berasal dari Wuhan, China tengah ini, telah menjadi perhatian masyarakat internasional. Karena telah mewabah juga ke-13 negara. Diantaranya, Kanada, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Amerika Serikat, Taiwan, Cina, Vietnam, Singapura, Prancis, Australia, Nepal, dan Malaysia.

Untuk menghindari wabah virus corona masuk ke Indonesia, melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI, menyiagakan 100 rumah sakit, dan memperketat pengawasan jalur transportasi di 19 daerah.

19 daerah yang diperketat pengawasannya meliputi; Jakarta, Tangerang, Bandar Lampung, Padang, Tarakan, Balikpapan, Manokwari, Sampit, Bandung, Jambi, Tanjung Balai Karimun, Samarinda, Palembang, Tanjung Pinang, Denpasar, Surabaya, Batam, Bitung, dan Manado.

Direktur Survailans dan Karantina Kesehata Kemenkes RI, Drg Vensya Sitohang mengatakan, 19 daerah yang diperketat pengawasanya itu, untuk menghidari dan menjaga-jaga wabah virus corona masuk ke Indonesia.

“Diperketat pengawasan karena ada penerbangan langsung dari tiongkok baik dari darat, udara, dan laut untuk menghindari wabah virus,” ungkapnya dilansir dari detikHealth.

Selain itu, di 19 daerah tersebut yang memiliki rumah sakit, Kemenkes RI menambahkan fasilitas kesehatan berupa, 860 set jet pelindung diri, 12 ribu masker n95, dan 35 ribu health alert cart (kereta peringatan kesehatan) untuk menjaga-jaga wabah virus corona.

“Sekarang kita mengumpulkan semua informasi mengenai kondisi masalah fasilitas kesehatan, apakah membutuhkan tambahan atau Sumber Daya Manusia (SDM),” kata Dr Asral Hasan, Kasubdit Penunjang Faskes Rujukan Kemenkes RI, seperti dilansir dari detikHealth.

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post