KH. Moh. Zuhri Zaini Menanggapi Tema Harlah NU Ke-94

PAITON, ALFIKR.CO- Kemandirian ialah hal penting untuk mempunyai rasa tanggung jawab, sikap kreatif, serta mampu memikirkan problema yang dihadapi diri sendiri.

Begitulah jawaban KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, ketika ditanya mengenai tema Harlah NU ke-94, Meneguhkan Kemandirian NU untuk Perdamaian Dunia.  

Menurut Kiai Zuhri, Kemandirian itu penting, terutama dalam bidang ekonomi pendanaan, harus mampu membiayai dirinya sendiri. Semisal dalam organisasi kemasyarakatan, Nadlatul Ulama (NU).

Pendanaan tentu bukan melalui NU-nya melainkan dari warganya. Warganya harus peduli untuk menghidupkan, dan membantu memberikan pendanaan kepada NU. “Seperti waktu kegiatan muskerwil ada koin muktamar yang dijalankan,” ungkap Kiai Zuhri.

Description: E:\Alfikr.co\2. Pelita Hati\IG Wuote.jpgSebagai lembaga dakwah dan pengabdian, Kiai Zuhri menambahkan, “NU harus memberikan manfaat, bukan malah mencari manfaat. Untuk memberikan manfaat, berarti harus bisa mandiri. Karena, bagaimana mau memberikan sesuatu kepada orang lain, kalau kita tidak mempunyai apa-apa,” tutur Kiai Zuhri.

Kemandirian membuat kita tidak cenderung pada pihak luar (NU). Tapi, kalau ke pihak dalam (warga NU) wajar-wajar saja. Sebab, kalau harus bergantung kepada pihak luar pasti akan dibawa kemana-mana, itulah pentingnya kemandirian.

Kiai Zuhri mengingatkan, bahwa berdirinya NU untuk memberikan manfaat, berkontribusi, rahmatan lil alamin. Bukan untuk menguasi orang. “Lain halnya dengan penjajah, mereka datang untuk menguasai. Kemandirian itu agar kita tidak dikuasai orang, bukan untuk menguasai orang.” 

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post