Warga Aksi Kayuh Sepeda, Tuntut Pencabutan Izin Pertambangan Kepada Gubernur Jatim

PROBOLINGGO, ALFIKR.CO- Warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi yang melakukan perjalan aksi kayuh sepeda dari Banyuangi-Surabaya tiba di Jalan Suroyo Nomor 7 Musium Kota Probolinggo, Senin siang (17/02).

Sejak keberangkatan aksi kayuh sepeda pada Sabtu pagi 09.00 WIB, 15 Februari 2020, dari tenda perjuangan, di Desa Sumberagung, Dusun Pancer, hingga tiba di Musium Kota Probolinggo. Warga yang ikut aksi kayuh sepeda hanya mengalami kendala fisik seperti lelah dan sakit. Sementara itu, sepeda yang ditumpangi ada yang mengalami kerusakan."Tapi alhamdulillah kita bisa menangani itu," timpal Usman saat dimintai ketarangan.

Menurut Usman, 25 tahun, asal Kelurahan Kertosari Banyuwangi, aksi yang di ikuti 32 orang warga Kecamatan Pesanggaran tersebut, bertujuan mendesak Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk mencabut surat Izin Usaha Pertambangan PT BSI dan PT DSI yang beroperasi di Gunung Tumpang Pitu.

Karena memiliki dampak yang sangat serius dan parah. "Pertama dampak ekologinya, terutama gunung Tupang Pitu yang sudah menambang di sana sering terjadi peledakan. Kedua, banyak hewan yang turun ke pekarangan warga karena habitat alamianya dirusak," jelasnya.

Dampak yang ketiga, pernah terjadi banjir di tahun 2016 yang menyebabkan karang tertutup. Ke empat dampak sosial, "banyak antar tetangga, bahkan keluarga itu tercerai berai karena urusan apakah dia menolak atau tidak keberadaan tambang itu," sesalnya.

Untuk menghilangkan dampak itu, Usman bersama warga, akan bersikukuh kepada Gubernur Jawa Timur, untuk mencabut surat Izin Usaha Pertambangan baik PT BSI dan PT DSI.

Kalau nanti sampai, "Gubernur Jawa Timur tidak menemui kita, artinya dia sama saja dengan Gubernur yang dulu," pungkasnya saat dimintai keterangan alfikr.co.

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post