Demonstrasi Mahasiswa dan Petani Puger Tolak Pengrusakan Irigasi, 6 Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit

JEMBER, ALFIKR.CO- Sejumlah petani Puger bersama aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Jember menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumberdaya Air, Senin (9/3/2020).

Dalam aksi tersebut massa aksi menuntut kepada Pemerintah Daerah Jember untuk menghentikan upaya relokasi (pengrusakan) irigasi yang dilakukan oleh PT. Semen Imasco Asiatic di  di area pertambangan kapur, Kecamatan Puger karena akan mengancam keberlangsungan petani. 

“Selain menyengsarakan petani, pengrusakan ini meski berizin namun cacat hukum. Karena tidak melibatkan petani dalam prosesnya. Hal itu menciderai hak petani sebagai warga negara,” ungkap Nurul Mahmuda perwakilan massa aksi

Menurutnya, keterlibatan petani dalam proses ini sangat penting. Karena dampak-dampak akan dirasakan oleh petani yang memang mengandalkan saluran irigasi untuk mengairi sawahnya.

“Di lapangan, kerugian sudah mulai dirasakan masyarakat, keringnya saluran yang digunakan untuk mengairi petak sawah petani. Itu kenapa petani harus dilibatkan, bukan malah dikesampingkan,” ujar aktivis yang kerap disapa Muda.

Ia juga menambahkan, industrialisasi yang dilakukan oleh PT. Semen Imasco Asiatic memaksa petani untuk menambah pengeluaran usahanya dengan menggunakan mesin diesel untuk memenuhi kebutuhan air.  

“Padahal harusnya, petani disejahterakan bukan disengsarakan. Air itu kebutuhan primer petani,” tambahnya.

Tindakan Represif

Saat aksi berlangsung, polisi memasang kawat berduri, ketika aparat dan massa sudah saling dorong. Dan berakhir ricuh akibatnya enam orang dari massa aksi dilarikan ke rumah sakit.

“Kondisinya sekarang ada yang opname dan divisum,” jelas Baijuri, Ketua Umum PMII Cabang Jember.

PC PMII meminta agar polisi harus bertanggung jawab dengan kasus tersebut. Terutama pada mahasiswa yang terluka dan dirawat di rumah sakit.

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post