Begini Cara PP Nurul Jadid Cegah Covid-19

ALFIKR.CO, PAITON- Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) Paiton Probolinggo mengambil langkah cepat dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 (16/03).

Beberapa upaya telah dilakukan. Salahsatunya dengan mengeluarkan surat penundaan acara terbesar Haul dan Harlah ke-71 PPNJ, meliburkan kegiatan akademik di lingkungan pesantren, melaksanakan penyuluhan kesehatan, serta Sosialisasi Penanggulangan Pandemi.

Ketua Satgas Pencegahan Covid-19, Abdu khalit, menyarankan untuk menunda segala hal yang mengundang keramaian, “Sesuatu yang sifatnya dapat mengumpulkan orang banyak itu ditunda terlebih dahulu,” ungkapnya kepada ALFIKR.CO.

Dan orang yang hendak masuk ke pesantren, tambahnya, akan ditunda terlebih dahulu. “Dengan artian Satgas akan melalukan skrining (penepisan) sarta filter (penyaringan).”

Bekerjasama dengan Petugas Keamanan Pesantren guna memperketat penjagaan di setiap Pos pintu masuk, terutama Pos I sebagai jalur utama pemerimaan tamu, merupakan langkah taktis PPNJ menangi pencegahan pandemi ini.

Contohnya dengan melakukan pengecekan kesehatan kepada tamu yang mempunyai kepentingan mendesak ke pesantren, “Kalau memang dia benar-benar sehat maka akan diperbolehkan masuk, tetapi kalau ada tanda-tanda disitu ia sakit maka kita tidak bisa menginzinkan yang bersangkutan masuk kedalam pesantren,” tambah Abdu khalit.

Petugas Keamananan Pesantren juga memberikan cairan desinfektan untuk mencegah terjadinya penularan. “Karena untuk sekarang ini kita belum bisa menyediakan air dan sabun untuk cuci tangan, maka kita memakai hand scrub (cuci tangan menurut WHO) sebagai alternatif desinfektan pengganti, langkah-langkah sama untuk terhindar dari penularan itu,” pungkasnya.

Upaya pencegahan juga diterapkan kepada seluruh santri, dengan melarang para santri di dalam pesantren untuk keluar. Hal ini akan terus dilakukan sebelum waktu yang diperbolehkan oleh pihak Satgas dan Pesantren.

Sementara itu, Faizin Syamuel, Sekertaris Pesantren PPNJ mengatakan akan tetap melakukan kegiatan sebagaimana biasa. “Selain pencegahan secara medis, Pesantren juga akan melakukan kegiatan gerakan-gerakan batin, doa bersama, kemudian burda keliling sebagaimana kita biasa yang kita lakukan,” ungkapnya saat diwawancarai via telepon.

Ia juga berharap kepada semua kalangan agar tidak panik. “Tentu dengan adanya penceganhan penyebaran Covid-19 ini, kami berharap semua santri, alumni, dan wali santri untuk tidak panik dalam melakukan aktifitas biasa dan tetap berdoa kepada allah,” harapnya.

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post