Merebaknya Virus Corona, Haul dan Harlah PP. Nurul Jadid Ke-71 berubah Konsep

ALFIKR.CO, PAITON- Haul dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) Paiton Probolinggo yang ke-71, akan dilaksanakan pada 22 Maret 2020. Dengan konsep yang berbeda, karena merebaknya virus corona (COVID-19).

Konsep Haul dan Harlah diganti dengan ‘rokat’ atau selamatan; yang diisi doa bersama para santri, dan tausyiah pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini.

Adapun kegiatan tersebut, tidak melibatkan para wali santri, alumni, dan masyarakat umum. Tapi lebih dikhususkan kepada internal pondok pesantren, seperti santri, dan jajaran keluarga pengasuh.

Pada awalnya, konsep Haul dan Harlah akan melibatkan para wali santri, alumni, dan masyarakat umum. Selain itu, akan dimeriahkan dengan pernak-pernik seperti bazar, dan sebagainya yang sudah dipersiapkan.

Menurut sekretaris PPNJ, Faizin Syamwil, “mengenai sumbangan untuk mensukseskan kegiatan Haul dan Harlah yang sudah masuk dari alumni, dan simpatisan. Akan digunakan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Beliau melanjutkan, jika alumni yang ingin mengadakan pertemuan dengan teman-teman seangkatannya. Pesantren tidak mengahalangi untuk melaksanakan kegiatan bersama mengiringi kegiatan Haul dan Harlah.

Tetap kami persilahkan, tapi kita mohon maaf untuk tidak memakai fasilitas pesantren. “Atas nama persantren, saya menyampaikan permohonan maaf kepada semuanya, bahwa ini demi kebaikan bersama,” imbunya.

Karena merebaknya virus corona (COVID-19) di Indonesia, membuat konsep peringatan Haul dan Harlah ke-71 Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo berubah.

Dalam peringatan Haul dan Harlah ini, "sekaligus kita melakukan pencegahan penyebaran virus corona. Pencegahan dilakukan dengan dua aspek secara batin, dan lahir. Karena, kita berada di lingkungan pesantren yang memiliki kekhasan tersendiri,” beber Faizin Syamwil kepada ALFIKR.CO, ketika ditemui di kediamanya. 

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post