Pondok Pesantren Nurul Jadid Lakukan Kebijakan Sambang Santri Pasca Tiga Bulan Karantina

PAITON, ALFIKR.CO- Pondok Pesantren Nurul Jadid pertama kalinya memberlakukan kebijakan kunjungan wali santri (sambang santri) pada tanggal 21 Oktober 2020. Selama kurun waktu tiga bulan, terhitung sejak awal bulan Juli hingga bulan Oktober segala bentuk kunjungan dari luar pesantren dihentikan selama pandemi.

Hal itu memberi angin segar kepada wali santri. Karena sejak kembalinya santri ke pesantren pasca libur Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H, pagi tadi para wali santri baru diperbolehkan bertemu dengan putera-puterinya.

Sekalipun pertemuan tersebut dibatasi waktu 20 menit, para orang tua merasa bersukur karena telah diberikan kesempatan untuk bertemu putera-puterinya. Akibatnya, tak sedikit dari mereka yang tak mampu menahan tangis saat pertemuan berlangsung.

Nurul Yuli Wahyuni (29) asal Kedung Rejoso Kota Anyar Probolinggo mengatakan, kebijakan sambang santri ini selangkah lebih maju daripada sebelumnya yang hanya bisa meluapkan rindu via gawai (telepon) saja.

“Jadi dengan adanya pertemuan ini sudah melegakan orang tua. Mudah-mudahan kedepannya bisa lebih bebas lagi tanpa adanya tabir semisal covid memang sudah berlalu,” harap Yuli yang saat itu mengunjungi keponaannya bersama keluarga.

Terhalang tabir plastik: Santriwati melepas rindu dengan keluarga saat kunjungan santri kembali.Rasa haru juga dirasakan wali santri asal Bondowoso, Misbahul Munir (37). Menurutnya kebijakan sambang santri adalah solusi  yang diinginkan semua wali santri, “Kami sebagai wali santri sangat merasa senang dan terbantu. Karena anak kami kemarin-kemarinya nangis terus ingin bertemu. Untuk saat ini sudah senang dan merasa cukup,” terangnya kepada Alfikr.co.

Terlepas dari itu semua, Abd. Ghofur Haikal, Kepala Bidang Kesejahteraan Santri mengatakan bahwa pada awalnya kebijakan sambang santri tidak akan diberlakukan. Banyaknya hal yang perlu dipertimbangkan di masa pandemi menjadi salah satu alasanya.

“Namun, mengingat banyaknya wali santri yang rindu terhadap buah hatinya, membuat pihak Pesantren mencari inovasi tanpa melupakan protokoler kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” ungkapnya.

Ada beberapa refrensi yang menjadi pegangan, Ia menambahkan, “Ternyata di barbagai pondok pesantren itu sudah ada yang mengadakan sambang santri, sehingga kita juga pada ahirnya berpikir kesana dalam rangka meminimalisir keinginan wali santri untuk ketemu sama putra-putrinya,” jelasnya saat sedang mengawasi lokasi sambang santri.

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post