Penggunaan Media Sosial akan Dibatasi pada Tahun 2021

ALFIKR.CO- Di era digital saat ini, media sosial sangat lekat dengan mansuia. Kita bisa mendapatkan informasi secara instan. Namun, seringkali kita dipertemukan dengan konten yang menyebarkan kebohongan (baca: Hoaks), dan menyesatkan publik.

Eric Schmidt, salah seorang mantan Chief Executive Officer (CEO) Google, menyadari dampak negatif media sosial. Orang yang berpengaruh di Google itu mengungkapkan, bahwa akan ada pembatasan penggunaan media sosial di tahun depan, lantaran melihat kejadian yang acapkali disalahgunakan oleh pengguna media.

"Konteks jejaring sosial yang berperan mengamplifikasi orang dengan kecerdasan kurang dan orang dengan masalah kejiwaan ini bukanlah tujuan awal kami," tutur Schmidt dalam sebuah konferensi virtual yang digelar oleh Wall Street Journal, Rabu lalu. “Kami” yang ia katakan tidak menjelaskan siapa yang dimaksud.

"Kecuali industri bisa mengatasi masalah mereka dengan cara yang sangat cerdik, akan ada regulasi," lanjut Schmidt.

Bukan hanya media sosial, ia juga mengkritik bisnis pencarian Google di internet yang belakangan sempat menjadi sorotan Departement Hukum Amerika Serikat (AS) dalam gugatan antitrust pada Selasa, 20 Oktober 2020.

Ia juga menambahkan, bahwa kesuksesan Google bukan karena menghalangi pesaing dan kompetitor, tetapi karena lebih disukai oleh banyak orang. "Saya tak setuju dengan mereka. Pangsa pasar Google tidak 100 persen," imbuhnya.

Selama menjadi petinggi perusahaan yang bermarkas di California itu, ia berhasil mengakuisisi YouTube pada tahun 2006 lalu. Kini, YouTube telah menjadi serambi media yang sering digunakan untuk menyebarkan misinformasi.

Mengutip Kompas Tekno dari Bloomberg, Minggu (25/10/20), meskipun hasilnya belum pasti, aplikasi YouTube telah berusaha meminimalisir penyebaran disinformasi dan hoaks, tidak terkecuali tentang Covid-19 dan politik AS.

Selain menjabat sebagai CEO Google hingga 2011, ia juga pernah memegang mandat sebagai Executive Chairman di Alphabet -perusahaan induk Google. Meskipun, pada akhirnya pensiun pada tahun 2019, tetapi ia masih termasuk salah seorang yang memegang saham terbesar.

Sumber: Kompas.com

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post