Rizieq Shihab Tiba di Indonesia

ALFIKR.CO, JAKARTA- Rizieq Shihab Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), dikabarkan mendarat di Indonesia menggunakan pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SV816, pada hari Senin kemarin pukul 19.30 waktu Saudi, dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 08.38 WIB, Selasa (10/11).  Imam Besar FPI ini disambut dengan lantunan salawat dan pekik takbir oleh pendukung sebagai penyambutan dan penghormatan.

Hasil pantauan langsung Front TV, pesawat Boeing-777-368 (ER) yang dikendarai Rizieq dari Arab Saudi telah berada di perairan Indonesia. Pantauan tersebut merekam berbagai titik perjalanan Rizieq, dimulai dari terminal 3 hingga di kediaman Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat.

Petinggi-petinggi FPI yang menyambut Rizieq diantaranya, Sekretaris Umum FPI Munarman, Habib Hanif Alatas menantu Rizieq Shihab, dan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Yusuf Matak. Ketiganya tampak menungu di terminal 3.

Kedatangan Rizieq memanglah ditunggu-tunggu oleh para pengikutnya yang ada di Indonesia. Membeludaknya para pengikut dalam prosesi penyambutan Rizieq ini membuat beberapa lalu lintas alami kemacetan. Akhirya, banyak pengendara dan penumpang memilih jalan kaki ke lokasi bandara.

Sesampainya di Soekarno-Hatta, Rizieq langsung menuju kediamannya di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat. Di sana Ia berkumpul dengan sanak keluarga dan berencana istirahat sampai hari Kamis (12/11).

Walau pun begitu, Rizieq mengaku akan tetap membuka pintu rumah ketika ada yang ingin bertamu, “Kalau saudara-saudara nanti ingin silaturrahmi silahkan, tentunya bagi yang mengetahui dari kabar ini,” ungkapnya, Rabu (4/11).

Namun karena masalah pandemi, Pelaksana Tugas Dirijen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementrian  Kesehatan, Muhammad Budi Hidayat mengintruksikan untuk menjalani isolasi mandiri dirumah, selama 14 masa inkubasi terlama virus atau 14 hari setibanya di Indonesia.

Dalam artian, Rizieq tidak diperbolehkan melakukan interaksi terlebih dahulu sebelum melakukan isolasi mandiri, dan juga harus memastikan bagi dirinya negatif Covid-19, dengan pembuktian hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR).

 

Deret Kegiatan Setelah Rizieq Tiba di Indonesia

Dalam catatan agenda Rizieq setibanya di Tanah Air, bahwasanya akan menghadiri salat subuh berjamaah dan peringtan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf di wilayah Teben, Jakarta Selatan, Jumat (13/11).

Setelahnya, melanjutkan ke Pesantren Alam dan Agrikultural Markas Syariah FPI di Megamendung, Bogor pada pukul 08.00 WIB. Di tempat itu pula Ia akan melaksanakan salat Jumat berjamaah sekaligus menghadiri peletakan batu pertama Masjid di Pesantren tersebut. Lalu pada keesokan harinya, Sabtu (14/11), Rizieq berencana menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Makasar FPI, Petamburan, Jakarta Pusat.

Merespon kepulangan Rizieq, Mentri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD meminta aparat kepolisian tak bertindak berlebihan mengantisipasi kepulangan Rizieq. Kata dia, akan lebih baik jika polisi menganggap kepulangan Rizieq sebagai sesuatu yang biasa sehingga tak perlu pengamanan yang berlebihan.

Mahfud sempat menyebut kepulangan Rizieq kali ini untuk menghindari deportasi dari Arab Saudi karena pelangaran imigrasi. Ia ingin pulang secara terhormat tanpa dideportasi, sehingga dari pihak petinggi FPI mengurus berbagai persyaratan pulang. Menurut Mahfud, Ia (Rizieq) dinyatakan kelebihan izin tinggal atau overstay selama kurang lebih dua setengah tahun.

“Rizieq akan dideportasi karena melakukan pelanggaran imigrasi. Pada saat ini dia pulang ke Indonesia, sehingga yang menjadi permasalahan tidak mau dideportasi. Dia ingin pulang terhormat,” terang Mahfud.

Hal senada juga disampaikan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel bahwa kepulangan Rizieq ke Indonesia telah masuk daftar deportasi otoritas imigrasi setempat. Ia mengungkapkan pesannya kepada Rizieq untuk tak perlu malu dengan status di sistem komputer imigrasi Saudi tersebut.

Jangankan di tengah segala polemik ihwal kepulangannya, Rizieq membantah dirinya karena terdapat masalah izin tinggal, yang kedaluwarsa atau overstay di Saudi. Secara tegas Ia mengklaim selama ini pejabat Indonesia tidak memahami betul terkait aturan soal overstay di Tanah Suci.

Di lain sisi, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyiddin Junaidi juga turut mengomentari kepulangan Rizieq. Menurut dia, “Kembalinya Rizieq justru bisa mendorong umat Islam di Indonesia bersemangat mencegah kemungkaran,” jelasnya.

Up Next

Berita Lainnya

Facebook about this post